KONSEP DASAR DAN PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH

Posted: April 6, 2011 in Artikel
Tag:,

KONSEP DASAR DAN PROSEDUR

PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH

————————————————————

1. Pendahuluan

Dewasa ini, kualitas pendidikan telah menjadi salah satu fokus perhatian, setelah sekian lama kita berkutat dengan upaya-upaya peningkatan kuantitas, seperti wajib belajar, pemerataan pendidikan secara massal, dan sekarang sudah saatnya (bahkan sudah terlambat), harus mulai memberikan penekanan pada upaya-upaya peningkatan kualitas.  Banyak upaya yang bisa dilakukan kearah itu, seperti peningkatan kualitas pembelajaran, peningkatan kualitas professional kepala sekolah dan  guru, penciptaan iklim yang inovatif di sekolah,  penciptaan iklim yang inovatif dalam pembelajaran, dan salah satunya upaya yang tidak boleh dilupakan adalah pemanfaatan hasil-hasil penelitian untuk pengambilan kebijakan pendidikan, serta yang lebih mikro adalah untuk peningkatan profesionalisme guru untuk perbaikan perbaikan pembelajaran. Dalam kaitan dengan itu, usaha-usaha yang acapkali dilakukan oleh praktisi pendidikan adalah mendapatkan informasi atau explanasi dari suatu penelitian tindakan (action research)

Penelitian tindakan merupakan  salah satu metode penelitian yang menarik perhatian ilmuwan dan atau praktisi ilmu pengetahuan pendidikan, social dan humaniora. Pro dan kontra mengenai kelayakan penelitian ini acapkali terjadi, apabila diproliferasi antara istilah penelitian (research) dengan tindakan. Proliferasi tersebut pada hakikatnya berhubungan dengan epistimologi yang dianut. Seperti aliran empirisme, positivism logis, dan strukturalisme akan menolak hal tersebut, sedangkan aliran pragmatisme, dan materialism dialektis menerimanya karena bagi penganut aliran ini kelayakan tujuan penelitian ini jelas dapat dilihat.

Perlu disadari bahwa,  hasil-hasil penelitian tidak begitu saja dapat secara langsung mempengaruhi praktik pendidikan di sekolah atau praktek pembelajaran di kelas. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan. Pertama, penelitian-penelitian  tersebut dilakukan oleh peneliti dari luar seperti dosen maupun peneliti dari lembaga penelitian lainnya. Sekolah hanya digunakan sebagai kancah (seting) penelitian, dimana permasalahan penelitian ditentukan oleh peneliti, bukan masalah-masalah riil yang terjadi di kancah tersebut. Akibatnya, sekolah (murid dan guru) hanya semata-mata berperan sebagai instrumental, dalam arti hanya digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan peneliti.

Kedua, dengan masalah yang dibawa dari luar berarti guru tidak terlibat secara langsung dalam menentukan masalah tersebut. Akibatnya, masalah-masalah itu tidak dihayati oleh guru sehingga pembentukan pengetahuan (knowledge construction) tidak terjadi. Dengan demikian, tidak ada masukan yang dapat dipakai guru untuk meningkatkan pembelajarannya.

Ketiga, penyebarluasan hasil-hasil penelitian memakan waktu lama karena prosedur diseminasi yang harus dilalui sangat panjang, yang meliputi berbagai kegiatan seperti penerjemahan hasil-hasil penelitian itu dalam suatu program, juga termasuk prosedur birokratik yang melelahkan.

Mengantisipasi hal tersebut di atas, orientasi baru dalam cara memandang proses pendidikan dan pembelajaran, yaitu yang mengedepankan tanggungjawab semua pihak dalam meningkatkan kualitas praktik pendidikan dan  pembelajaran, telah menempatkan sekolah tidak semata-mata sebagai objek, melainkan sebagai subjek pelaku penelitian. Orientasi ini memunculkan penelitian tindakan di sekolah yang disebut dengan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dan penelitian tindakan di kelas yang disebut dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian sejenis ini terklasifikasi sebagai penelitian tindakan (action research) dimana peneliti berperan sebagai pelaku langsung penelitian itu, sehingga peneliti (guru, pengawas) dapat membangun sendiri pengetahuannya melalui praktik pendidikan di sekolah atau praktik pembelajarannya, demi peningkatan efektifitas pengelolaan sekolah dan atau pembelajaran dan bahkan untuk perbaikan hasilnya, jadi unsur formatif dan diagnostik dapat terjadi.

Sejak berkembang kembali di tahun 1960an (dimana penelitian tindakan pertama kali diperkenalkan di Inggris pada tahun 1920), penelitian tindakan (action research) kini menjadi salah satu jenis penelitian yang banyak dilakukan, terutama dalam penelitian-penelitian sosial dan pendidikan. Kemmis (1983) mengatakan bahwa penelitian tindakan merupakan suatu ujicoba ide-ide sehingga dapat bermanfaat bagi lingkungan situasi. Stringer (1999) maupun Webb (dalam Zuber-Skerrit, 1996) menyebut penelitian tindakan sebagai suatu penelitian dalam kehidupan profesional dan publik. Hopkins (1993) maupun Kemmis dan McTaggart ( 1988) lebih menekankan pada penggunaan penelitian tindakan sebagai upaya pengentasan masalah-masalah riil, untuk meningkatkan efektifitas. Dengan demikian, dapat kita katakan bahwa penelitian tindakan sebagai suatu upaya peningkatan profesionalisme dan efektifitas kegiatan publik melalui pemecahan masalah-masalah riil.

Penelitian tindakan sekolah (PTS) dan penelitian tindakan kelas (PTK) adalah salah satu bentuk penelitian tindakan, yang bisa bersifat diagnostic, partisipatif, dan empirik, yang mengikuti ciri-ciri penelitian tindakan, dan lebih diarahkan pada praktek pemecahan masalah yang terjadi dalam konteks praktik persekolahan dan atau pembelajaran.

Sesuai dengan uraian di atas, terkait dengan pelatihan ini (khusus untuk pengawas) penulisan makalah ini bertujuan agar peserta: (1)  memahami konsep-konsep dasar PTS. Pembahasan konseptual ini dimaksudkan sebagai pemicu pengembangan wawasan peserta tentang PTS, (2) memahami  prosedur pelaksanaan PTS, (3) melakukan PTS untuk meningkatkan kualitas praktik pendidikan dan pembelajaran….PTS Undiksha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s